Rindu

Indah's Story

image

Semua orang pasti pernah merasakan rindu. Bahkan mungkin sampai detik ini, ada yang masih merasakan rindu. Entah itu rindu yang begitu membuncah, rindu yang lembut menemani tidur, atau rindu sekedar mengingatnya saja.
Dan, mereka semua pun sama, merindu…

Mereka anak-anak muda muda yang berkelana jauh ke kota lain untuk menuntut ilmu, rindu kepada orang tua dan keluarga di rumah.

Mereka yang bekerja siang malam mencari sesuap nasi, hingga bahkan rela terpisah lautan, memendam rindu pada orang-orang rumah yang dicintanya.

Mereka dua sejoli yang saling mencinta dan terpisahkan jarak demi cita dan masa depan, memendam kerinduan dalam penantian waktu ‘tuk bersua.

Mereka yang telah berlari jauh tanpa arah, yang dahulu terbiasa bergumul dengan nikmat duniawi, berbalut noda di jasad dan hati, kini rindu ingin kembali padaNya dan membersihkan dirinya.

Mereka yang hatinya telah tertambat pada tiang-tiang penopang agama ini. Jauh sedetik saja dari rumahNya, hati merasa rindu bagai seabad tak bersua.

View original post 90 more words

Standard

Tentang Sebuah Rindu

Indah's Story

image

Ketika kita tak pernah bertatap tapi berkontak lewat kalimat-kalimat yang digerakan oleh dua ibu jari tangan yang saling berdansa dalam layar datar.

Hingga akhirnya beberapa tahun terlewati. Tahun demi tahun dijalani layaknya Zulaikha yang mengejar cinta Yusuf. Allah menjauhkan mu dari ku. Karena Allah tahu ketika itu aku lebih menyukai mu dari Pada-Nya.

Dan pada akhirnya aku pun menyerah, dan menyadari Allah lah yang harus aku kejar. Tapi entah mengapa selalu ada nama mu disetiap doa ku. Aku tidak pernah tau apa rencana Allah. Aku hanya menjalankan apa yang di inginkan oleh Allah.

Dan sampai akhirnya kamu dan aku ditakdirkan oleh-Nya untuk saling bertemu di satu hari, yang entah mengapa hari itu berasa mimpi didalam sebuah mimpi. Tak pernah terpikirkan bertemu dengan mu, yang ku tunggu sejak dulu.

Tapi..
Kamu datang disaat aku ingin taat Pada-Nya,
Apakah ini godaan?
Apakah ini cobaan?
Apakah ini sebuah pemberian?
Apakah ini sebuah pertanda?…

View original post 25 more words

Standard

Kemana Perginya Do’a

Indah's Story

Jika berharap uang, ternyata yg datang hutang.
Jika meminta kemudahan, yg hadir justru kesulitan.
Jika doakan kesehatan, yg hampiri penyakit.
Jangan kau tanya mengapa ALLAH tak kabulkan doa.

Jangan kau paksa kapan ALLAH ijabahkan doa.
Jangan kau heran mengapa ALLAH abaikan doa.

Tapi tanyakan seperti apa tubuhmu bicara.
Tanyakan seperti apa hatimu berkata.

Apa Subuhmu menjelang dhuha?
Apa Dzuhurmu sisa waktu bisnis yg kau punya?
Apa Isya mu terlewat karena lelah yg ada?
Apa shalat berjamaah bagi laki-laki tak pernah karena masjid sangat jauh dari jangkauanmu?
Apa tahajud mu terlepas karena terlelap tidur?
Apa Qur’an mu tergeletak karena tak pernah dibaca?
Apa hartamu tersimpan tak berbagi?

Jangan salahkan ALLAH…
Jika masih Menyebarkan fitnah, masih berprasangka buruk, masih senang membicarakan keburukan org lain, masih mencibir org yg sudah bertobat, tidak pemaaf, senang liat org susah, susah liat org senang, pendendam, sirik, dengki, hasud.

Jangan salahkan ALLAH…
Jika ayat suci hanya kau…

View original post 126 more words

Standard

Sang Matahari

mataharilangit

Padamu yang tak kutahu nama dan rupamu,

Hari ini, aku ingin bercerita tentang matahari yang selama ini kutahu. Semoga kau pun setuju 🙂

Matahari senantiasa bertakhta di singgasananya dengan begitu elok dan bercahaya. Bersinar dengan cahayanya sendiri. Bersinar dan menyinari mereka mereka yang bahkan tak pernah berkenalan dengan matahari. Matahari dengan senang hati selalu tersenyum merekah melihat mereka yang juga sedang tersenyum karena tersapa kehangatannya.

View original post 205 more words

Standard

Kepada Matahari

mataharilangit

Kepada matahari,
Ketika rasa sedang memenjaramu dalam rindu
Tataplah langit dan pandanglah luasnya
Ketahuilah bahwa cinta ALLAH melebihi luasnya langit
Cintaku tak lebih dari beberapa lembar puisi sendu dan kado rayu
Maka izinkan segala rindu yang kau alamatkan untukku kembali padaNya
Agar rasa itu tak ternodai nafsu fana yang melenakan

View original post 191 more words

Standard